Virus Valentine’s Day

17 Mei 2012 at 08:51 Tinggalkan komentar

Bookmark and Share

Virus Valentine’s Day

Mendekati tanggal 14 Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, dan pusat-pusat hiburan bersibuk-ria dan berlomba-lomba untuk menarik perhatian para remaja dalam menyemarakkan valentine’s day, yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang. Dan yang cukup memiriskan hati, tidak sedikit para remaja muslim pun turut menyemarakkannya .

Ketahuilah wahai saudara dan saudariku, hendaknya kita menyadari bahwasannya kasih sayang yang haqiqi itu adalah datangnya dari Allah ‘Azza wa Jalla, segala kebahagiaan dan kenikmatan adalah  adalah bersumer dari-Nya, maka untuk meraihnya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan menempuh jalan yang diridhoiNya. Lalu bagaimana dengan “valentine’s day” ? Apakah ia jalan yang diridhai Allah ? Ataukah ia perangkap syaithan yang penuh dengan kerusakan? Semoga seikat nashihat  yang kami sampaikan dalam kesempatan kali ini kali ini dapat menjawabnya.

Sejarah Singkat Valentine’s Day

Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998). Lalu apakah hubungan hari kasih sayang dengan Valentine? The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998). (http://muslim.or.id).

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:

1.Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme (kepercayaan tentang adanya banyak tuhan) dan kesyirikan.

2.Hari valentine adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani.

3.Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine’s day disamarkan dengan nama “hari kasih sayang”.

Hubungan Valentine’s Day dengan Islam

Sungguh jelas bagi kita bahwasannya valentine’s day bukan dari Islam, tidak pernah di dapati perkataan Allah dan Rasul-Nya dan tidak pula perkataan para sahabat serta perkataan para Ulama mengenai keterkaitan ritual kaum kafir tersebut dengan ad-Dien yang mulia ini. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari menyerupai kaum kafir, sebagaimana Beliau bersabda dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, “Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462).

Kerusakan-kerusakan Bagi Kaum Muslimin yang Merayakan Valentine’s Day

1.Dosa Menyerupai Kaum Kafir

Jika seorang remaja muslim merayakan valentine’s day, berarti telah terjadi pada dirinya penyerupaan terhadap kaum kafir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang ummatnya dari menyerupai kaum kafir, sebagaimana Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada dari sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu‘anhuma,Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari mereka”. (HR. Abu Dawud, hasan shahih, no.4031)

2.Pemborosan Harta

Sungguh tidak diragukan lagi, pemborosan harta terjadi dalam perayaan valentine’s day, mulai persiapan hingga pelaksanaannya. Sedang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hamba-hamba-Nya untuk berbuat boros. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Lalu apakah kita mau menjadi saudara syaithan dengan merayakan valentine’s day? Maka tentu saja tidak jawabannya.

3.Tolong Menolong dalam Berbuat Dosa

Telah jelas bagi kita merayakan valentine’s day merupakan perbuatan dosa, dan berkenaan dengan hal tersebut betapa banyak pusat-pusat perbelanjaan hingga toko-toko kecil yang menjual perlengkapan serta segala kebutuhan untuk meryakan valentine’s day, yang sudah pasti hal tersebut merupakan bentuk tolong menolong dalam perbuatan dosa, sedang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarangnnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah [5]:2)

4.Tarjadinya Perbuatan Zina

Tidak diragukan lagi bahwasannya dalam perayaan valentine’s days terdapat perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepada perbuatan zina, sedang Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]:32).

Dan sungguh sangat menyayat hati, zina yang susungguhnya pun terdapat di dalamnya, sedang zina itu termasuk dosa besar dan membinasakan. (al-Wajiz Fii Fiqhis Sunnah Walkitaabil ’Aziz, DR.Abdul Azhim bin Badawi, hlm. 547). Dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan lain yang terdapat dalam ritual kafir tersebut.

Hukum Merayakan Valentine’s Day

Setelah kita mengetahui kerusakan-kerusakan yang terdapat pada valentine’s day jika kaum muslimin merayakannya, maka telah jelas bagi kita bahwasannya merayakan hari raya kaum kafir tersebut adalah tidak boleh (haram). Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, seorang Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah berfatwa tentang hukum mengikuti kaum nashrani dalam merayakan hari kelahiran Isa al-Masih ‘Alaihissalam: ”Merayakan hari kelahiran Isa al-Masih ‘Alaihissalam, sebagaimana kaum nasrani menjadikannya sebagai ibadah maka tidak diragukan lagi keharamannya bagi seorang muslim untuk merayakannya. Dan hal tersebut merupakan keharaman yang paling besar, karena hal tersebut merupakan pengagungan terhadap syiar kaum kafir.” (Fatawa al-Balad al-Haram, Dr. Kholid bin Abdurrahman al-Jariisi, hal 777). Lalu bagaimana dengan merayakan valentine’s day? Maka tidak ada bedanya atau bahkan lebih buruk lagi.

Membentengi Diri dari Virus Valentine’s Day

Para pembaca yang budiman, betapa bahayanya kerusakan-kerusakan yang ada di dalam perayaan valentine’s day, bak virus ganas yang mematikan. Dan tidak ada jalan lain bagi kita untuk terhindar dari virus tersebut melainkan dengan senantiasa berusaha menjauhi sumber virus tersebut dan perkara-perkara yang mengantarkan kita kepadanya, serta dengan kita bersungguh-sungguh meniti jalan takwa kepada Allah ‘Azza wa jalla. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman :

Dan mereka yang bersungguh-sungguh dalam (mencari keridhoan) kami, sungguh kami akan tinjukkan mereka jalan-jalan kami ( jalan kebenaran).” (Qs.al-‘Ankabut [29]:69).

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk berdiri teguh di atas Agama-Nya yang mulia ini hingga Allah memperkenankan kita untuk memasuki surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamin.

(Abu ‘Abdillah Irsan al-Atsary)

Iklan

Entry filed under: Al-Islam, Aqidah.

Mengenal Sejarah dan Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah MERAIH BEKAL MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mei 2012
S S R K J S M
« Feb   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Terakhir

Arsipku

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Statistik Pengunjung

  • 1,750 Pengunjung

%d blogger menyukai ini: